| Terbit Minggu, 18 Juli 2021 | Diperbaharui 2021-07-18T07:38:02Z |
Bagaimana Dinosaurus BAK dan BAB Hingga Bereproduksi?
Dinosaurus adalah binatang raksasa dari zaman prasejarah yang termasuk dalam kelompok reptilia bumi (pemakan daging ataupun tumbuhan) yang telah punah.
Tentu sebagian besar dari kita sudah mengetahui bagaimana rupa, makanan atau musnahnya mereka jutaan tahun lalu.
Tapi bagaimana dengan cara pasti dinosaurus buang air kecil atau buang air besar hingga berhubungan s*ks? Hm, menurut laporan, tidak ada fosil awet yang menggambarkan dua dinosaurus yang sedang kawin.
Namun, teka-teki tersebut perlahan mulai terjawab setelah peneliti menemukan fosil Psittacosaurus di China. Psittacosaurus merupakan sejenis ceratopsian, kelompok dinosaurus herbivora berparuh yang hidup sekitar 101 hingga 126 juta tahun lalu.
Fosil ini terawetkan dengan baik, sehingga kloaka dinosaurus seukuran Labrador yang digunakan untuk buang air kecil atau buang air besar dan bereproduksi itu memungkinkan para ahli paleontologi untuk mempelajarinya.
Psittacosaurus merupakan sejenis ceratopsian, kelompok dinosaurus herbivora berparuh yang hidup awal sekitar 101 hingga 126 juta tahun lalu. (Vinther et al., '3D Camouflage in an Ornithischian Dinosaur', Current Biology)
Meski tidak memberikan jawaban konkrit tentang bagaimana dinosaurus berkembang biak, penemuan itu memberikan beberapa petunjuk.
Mamalia memiliki lubang terpisah untuk fungsi tubuh. Banyak hewan lain termasuk burung dan reptil hanya memiliki satu lubang dan dikenal sebagai Kloaka. Pada penemuan ini, kloaka membantu menegaskan bahwa dinosaurus memilikinya, tetapi tidak terlihat seperti hewan lainnya.
Jakob Vinther, ahli paleontologi dan dosen senior di University of Bristol's School of Earth Sciences mengatakan, “Ini sangat unik. Kebanyakan kloaka membentuk semacam celah. Kadang-kadang membelah vertikal, kadang-kadang tampak seperti wajah tersenyum atau wajah masam. Benda ini memiliki struktur berbentuk V dengan sepasang bibir melebar dan tidak ada kelompok hewan hidup yang memiliki morfologi seperti itu. Ini agak mirip dengan buaya tapi lebih unik." ujarnya.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology menyatakan bahwa lobus besar berpigmen di kedua sisi bisa jadi menampung kelenjar aroma musky, seperti yang terlihat pada buaya dan aligator yang masih hidup.
Terlebih, batas luar kloaka sangat berpigmen dengan melanin. “Meskipun tidak tahu pasti apa warnanya, kemungkinan akan kontras dengan perut pucat dinosaurus,” kata Vinther.
Pigmentasinya yang khas bisa berarti lubang itu digunakan untuk menampilkan dan memberi isyarat, mirip dengan babon hidup dan beberapa salamander yang sedang berkembang biak.
(A) daerah ekor, yang menunjukkan gradasi warna (B); perut dengan pigmentasi lebih terang (sudut kiri bawah) dan pigmentasi dorsoventral (C); kaki depan kiri dengan kelompok sisik berpigmen yang terangkat (D); kaki belakang kiri mempertahankan pola gangguan eksternal dan striping pada kaki bagian dalam (E); kepala dengan bercak-bercak integumen yang sangat berpigmen (F). (Vinther et al., '3D Camouflage in an Ornithischian Dinosaur', Current Biology)
Fosil itu dipajang di Museum Sejarah Alam Senckenberg di Frankfurt, Jerman, tetapi ditemukan di daerah Liaoning yang kaya fosil di Cina utara. Vinther telah mengerjakan fosil itu sebelumnya pada tahun 2016, merekonstruksi pola warna dinosaurus, dan baru pada akhir penelitian dia menyadari bahwa kloaka benar-benar terawetkan dengan baik.
Pada hewan dengan lubang kloaka, alat kelam*nnya terselip di dalam tubuh dan belum diawetkan sehingga tidak diketahui apakah dinosaurus khusus ini jantan atau betina.
Kebanyakan burung, satu-satunya kerabat dinosaurus yang masih hidup, kawin dengan "ciuman kloaka" dengan menggabungkan beberapa lubang mereka menjadi satu. Beberapa ahli paleontologi berpikir dinosaurus mungkin kawin seperti ini.
Vinther percaya dinosaurus ini akan memiliki pen*s. Karena fosil-fosil ini lebih mirip dengan buaya dan beberapa burung seperti burung unta dan bebek, yang juga memiliki pen*s.
"Dari apa yang kami lihat, kloaka ini tidak cocok untuk ciuman kloaka. Sepertinya itu akan menjadi s*ks penetrasi." tutup Vinther.
Referensi: National Geographic

Tidak ada komentar:
Posting Komentar