| Terbit Jumat, 25 Juni 2021 | Diperbaharui 2021-06-26T04:57:36Z |
Tips dan Latihan Agar Suara Menjadi Merdu
"Duh, ga pede. Suaraku fals banget. Kok persis lengkingan suara kucing kejepit pintu gitu sih ya? Ambyaar!" Celetuk Carla depan cermin, sosok fiksi dibalik kisah ini.
"Kira-kira gimana sih cara agar suara aku tuh bisa bagus dan merdu didengarnya? Kan ga lucu aku yang tipe imut gini tapi suaranya malah mirip kaya suara Lucinta Luna lagi mengerang, wkwk." Lanjutnya sebal.
Hey Carla sayang, tenang! Sebagaimana orang bijak bilang, segala masalah tentu ada solusinya. Engga setiap manusia diberi berkat dengan talenta yang identik di semua sisi. Setiap orang tentu punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Positifnya, kekurangan bisa diperbaiki dengan praktik dan pelatihan yang tentunya perlu konsistensi juga dong. Bahkan, mereka yang dikaruniakan suara bagus juga tidak akan menampakkan 'auranya' jika tidak diasah dengan baik bukan?
Mengingat ibarat pepatah lucu, "Jangan engkau menyumbangkan sebuah lagu, karena lagu (dengan suara) sumbang tak enak untuk didengar." Anjrit, ngena banget sindirannya eaa eaa.
Oke oke, mari fokus ke topik pembahasan utama. Ini yang nulis bukan pakarnya, tapi ada usaha dan perjuangan hingga keringat dan airmata (haha) untuk nulis dan merangkum metode ini secara... Secara apa ya?
Sukarela. 😏😏
Yep, tulisan ini disusun berdasarkan beberapa sumber referensi yang menurut pendapat pribadi layak dijadikan acuan dalam mengembangkan teknik olah vokal yang keren untuk diterapkan di rumah.
Ayo disimak, buat banyak orang meleleh mendengar perubahan intonasi suaramu yang aw aw dan tentulah dengan praktik dan pelatihan. Sekedar dibaca tidak akan mengubah apapun. ¯\_(ツ)_/¯
1. Suara Sehat
Merasa kurang sehat? Ada baiknya kalau merasa tidak enakan badan seperti pilek, batuk atau sakit tenggorokan bisa menahan diri dulu untuk tidak menyanyi. Memaksakan diri hanya akan memperburuk bahkan beresiko merusak pita suara loh.
2. Pengendalian dan Pernafasan
Pelatih vokal manapun akan mengatakan, teknik pernafasan berperan sangat vital dibalik –nyanyian– suara yang bagus. Kontrol yang baik tentu sama pentingnya disamping pernafasan yang baik, menjadi fasilitas penyeimbang dalam menghasilkan suara yang merdu.
3. Artikulasi dan Penjiwaan
Makna lirik lagu atau sesuatu yang kamu sampaikan haruslah dipahami pendengar, maka perlu untuk memiliki artikulasi yang baik dan jelas dalam melafalkan kata-kata atau nyanyian kamu.
Dan untuk bernyanyi, penjiwaan diperlukan dalam membangun kesan mendalam bagi pendengar. Pendengar mana yang tidak akan skip kalau ada suatu lirik lagu bertempo cepat dan bernada riang namun dinyanyikan secara melankolis dan mendayu-dayu? Merinding jijik sendiri tuh yang dengar, wkwk.
4. Kepekaan Pendengaran
Kunci dari beberapa poin di atas adalah mendengarkan. Telinga adalah alat untuk membantu bagaimana kamu harus mengatur suara agar terdengar lebih baik.
"Loh, kok jumlah daftar tipsnya cuma 4 doang? Nih yang nulis artikel niat berbagi informasi ga sih!? Ini terlalu sedikit dan terlihat hanya diketik oleh mood pemalas, aih. Aku tampol nih! Huhuhu.." Sebagaimana netizen Indonesia umumnya, Carla nyari ribut!
Tau aja nih si bawel. Tapi eits tunggu dulu! Pembahasannya belum keseluruhan ya Bambang. Latih, rekam dan dengarkan adalah cara termudah dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas suara. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengimprovisasi metode ini.
| Improvisasi |
|---|
| Dengar dan periksa nada suara kamu |
| Sesuaikan nada suara kamu |
| Seimbangkan nada suara kamu dengan musik |
| Dengarkan band/penyanyi atau lagu favoritmu |
| Kembangkan musikalitas dan kesadaran |
Setelah improvisasi diatas, ada baiknya untuk mengikuti beberapa anjuran pakar dalam meningkatkan atau menjaga kualitas pita suara seperti asupan penyokong atau sesuatu yang perlu dihindari yang dipaparkan pada tabel di bawah ini.
| Asupan | |
|---|---|
| Dianjurkan | Hindari |
| Air putih – Menurut New York Times, penyanyi Metropolitan Opera biasanya meminta minuman seperti air putih, soda datar, dan Snapple sebelum mereka naik ke panggung. Mereka harus tetap terhidrasi, terutama ketika bernyanyi untuk waktu yang lama tanpa istirahat. | Kafein, Soda dan Alkohol – Minuman ini buruk untuk suara karena bersifat diuretik, yang menyebabkan dehidrasi dan penyempitan otot tenggorokan. Ketegangan di tenggorokan tidak baik untuk suara, karena membuat pita suara tidak bergetar dengan bebas. |
| Madu dan Jahe – Salah satu makanan terbaik untuk dilahap yang dapat melegakan tenggorokan (sekarang jadi tau kenapa banyak permen pelega tenggorokan mengandung madu atau jahe, kan?). Campur madu dengan air hangat dan sedikit –banyak justru mengeringkan tenggorokan– jus lemon. | Cokelat – Mezzo-soprano Prancis Stephanie d'Oustrac, yang sering memainkan opera Carmen di seluruh dunia, menghindari makan cokelat pada hari-hari pertunjukan karena membuat suaranya terdengar 'berbulu'. Cokelat melapisi bagian belakang tenggorokan dan menciptakan lebih banyak dahak. Menyebabkan refluks asam yang tidak ideal untuk penyanyi klasik yang suaranya harus terdengar sejernih kristal di atas panggung. |
| Makanan dengan Kadar Air Tinggi – Seperti semangka, apel, atau seledri. Makanan ini baik untuk melegakan tenggorokan. Sup kaldu, sup miso, sup ABC, dan sup ayam terutama sayuran yang disertakan dalam sup memberi tambahan ekstra vitamin. Perhatian! Sup berbahan dasar tomat dan sup berbahan dasar krim tidak baik untuk suara karena dapat menyebabkan refluks asam dan meningkatkan produksi dahak. | Makanan Berminyak dan Pedas – Makanan ini buruk untuk suara karena mengolesi tenggorokan dan menyebabkan dahak. |
| Sumber protein – Makanan seperti ayam panggang atau ikan bakar cukup baik untuk pita suara karena merupakan sumber protein tanpa lemak. Plus, berenergi dan merasa kenyang lebih lama pula tentunya. |
Oke segini aja dulu informasinya, yang nulis dah terlalu bosan ngetik dan menyunting, haduh. Jangan lupa untuk simpan link artikel ini karena kedepannya akan selalu diperbaharui dengan tambahan informasi pelengkap dalam tahap penyempurnaan tipsnya.
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan gaya penyampaian yang alay, saran dan masukan tambahan ditunggu di kolom komentar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar