Pengaturan atur

Cara Terhindar dari Peretas dan Penipuan WhatsApp

Akhir-akhir ini, modus penipuan hingga peretasan melalui media sosial dan komunikasi seperti WhatsApp sedang marak terjadi.

Di era dimana yang semakin majunya perubahan teknologi komunikasi sekarang, metode dan cara penipu untuk mengelabui target korban tentu semakin beragam pula.

Jika sebelumnya oknum jahat melakukan aksi penipuan melalui SMS dan telepon seluler, kini sudah merambah mengikuti arus sosial menarget pengguna media komunikasi basis besar dimana tingkat sekuritas tinggi selalu ditingkatkan.

Masih seperti cara lawas teman-teman, modus penipuan ini biasanya berupa phising. Maka perlu untuk cermat jika ada nomor tak dikenal tiba-tiba mengirim pesan melalui Whatsapp meminta kode sms atau klik tautan.

Cara mereka memang tampak sederhana, namun akibatnya beresiko loh. Seperti berakhir dibajaknya akun maupun penyalahgunaan data pribadi. Duh!

Yuk, cari tau cara mengantisipasinya! Dibawah ada 5 langkah yang bisa dilakukan dalam menjaga privasi dan keamanan akun WhatsApp teman-teman.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Verifikasi Dua Langkah

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengaktifkan fitur Verifikasi Dua Langkah. Fitur ini berfungsi untuk menghindari pembobolan akun apabila SIM Card teman-teman hilang dan jatuh di tangan oknum tidak bertanggungjawab.

Teman-teman bisa mengimput PIN dan alamat email dan bersifat pribadi. Cara kerjanya adalah WhatsApp akan meminta memasukkan kode PIN 6 digit secara berkala atau saat akun akan diakses. Dan email bertugas sebagai backup kalau kalau teman-teman lupa nomor PIN.

Fitur ini bisa ditemukan di Pengaturan/Setelan > Akun > Verifikasi Dua Langkah.

Sebagai catatan, perlu bagi teman-teman cermat dengan tidak mengklik tautan saat menerima email penonaktifan PIN WhatsApp tanpa merasa mengajukannya.

2. Tidak Sembarang Membuka Tautan

Kasus paling umum diretasnya akun WhatsApp seseorang adalah pengguna yang sembarangan dalam membuka tautan. Sangat tidak dianjurkan mengklik tautan mencurigakan teman-teman.

Tautan phising seharusnya bisa dikenali dari nama situs yang receh dan tidak jelas seperti waofficial2021, menggunakan domain gratisan seperti xyz/biz dengan form yang meminta untuk memasukkan data dan password atau memanfaatkan shorter link dengan permalink berakhiran seperti bit.ly/"Bantuan-Dana-BPJS2021indonesia" (tanda kutip — yang pernah mimin terima).

Metode pancingan lain yang sering digunakan peretas adalah dengan tautan yang berbau konten dewasa. Watch out!

3. Blokir dan Laporkan

Cukup untuk mengabaikan dan menghapus pesan tautan link mencurigakan dari nomor orang tidak dikenal.

Namun teman-teman bisa pula bergerak setidaknya berkontribusi untuk meminimalisir kedok penipuan hingga peretasan dengan cara memblokir dan melaporkan nomor si pengirim.

Untuk fitur ini, teman-teman hanya perlu memilih akun dimaksud > Blokir > Blokir dan laporkan.

4. Keluar dari Whatsapp Web

Jaga data pribadi WhatsApp dengan mengeluarkan akun dari WhatsApp web pada laptop atau PC jika tidak digunakan.

Perlu diketahui, membuka Whatsapp Web dengan jaringan terbuka atau wifi publik rentan membuka peluang untuk diretas loh.

Disarankan untuk tidak menggunakan jaringan wifi publik serta tidak lupa pula untuk keluar setelah Whatsapp Web selesai digunakan ya.

5. Pahami Gaya Bahasa

Penipuan biasanya dilakukan dengan berbagai cara dan modus. Seperti mengaku sebagai orang yang dikenal bahkan sebagai kerabat keluarga, berita bohong hingga undian berhadiah.

Maka perlu untuk memahami gaya bahasa dan penulisan pesan. Jangan mudah percaya atau tergiur begitu saja ya teman-teman.

Nah, kurang lebihnya begitulah cara mengantisipasi agar terhindar dari peretasan dan penipuan di WhatsApp. Semoga bermanfaat! Jika ada masukan atau tambahan lain, bisa tinggalkan sesuatu di kolom komentar di bawah ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar